Apa itu SLI?

     Buat sobat yang sering halo-halo ke luar negeri, tentu tidak asing dengan singkatan SLI. Apa itu SLI? SLI kependekan dari Sambungan Langsung Internasional, yaitu layanan yang disediakan operator untuk dapat melakukan panggilan telepon ke luar negeri dengan menekan kode akses tertentu. Tahukan sobat berapa tarif SLI? Kok ada yang bilang mulai 99/menit, bahkan ada yang bilang 8.000/menit untuk negara yang sama. Kok bisa ya? Tentu bisa, itu karena beda kode akses SLI nya.

     Kode akses SLI dibagi menjadi 2 macam, yaitu IDD dan VoIP. IDD kependekan dari International Direct Dialing, panggilan yang langsung dilakukan oleh pemanggil ke luar negeri tanpa melalui operator. VoIP kependekan dari Voice over Internet Protokol, panggilan ke luar negeri melalui jaringan internet. Karena jalurnya langsung, IDD menghasilkan suara yang jernih dan jelas, akan tetapi tarifnya sangat mahal. Beda dengan VoIP, tarifnya sangat murah, akan tetapi kualitas suaranya kurang. Ini yang menyebabkan kenapa tiap-tiap orang mengatakan tarif SLI yang berbeda-beda. Misalnya, Si Otong melakukan panggilan ke Singapura, apabila ia menggunakan kartu X, maka tarif panggilannya apabila menggunakan IDD sebesar 7.700/menit, dan apabila menggunakan VoIP sebesar 500/menit (hanya ilustrasi saja). Tentunya penggunaan jenis SLI disesuaikan dengan kebutuhan dan kantong sobat, hehehe.

     Nah, berikut ini kita bagikan kode akses SLI yang disediakan oleh provider yang ada di Indonesia.

TELKOM
IDD : 007 (PSTN, Telkomsel)
VoIP : 01017, 01052, 01018, 01019 (Telkomsel)

INDOSAT
IDD : 001, 008
VoIP : 01016

TRI
VoIP : 01088, 01089

XL - AXIS
VoIP : 01000

SMARTFREN
VoIP : 01033, 01068

ESIA
IDD : 009
VoIP : 01010

     Untuk tarif SLI tiap-tiap provider, silakan lihat website resmi tiap-tiap provider ya sob, atau akan kita posting pada kesempatan berikutnya.


     Apabila sobat melakukan panggilan SLI tanpa kode SLI, alias langsung masukkan kode negara (Contoh : +60xxxx Malaysia), maka sobat akan dikenakan tarif IDD. Pengalaman saya sendiri, dulu saya menggunakan kartu Indosat (IM3), Pulsa awal saya Rp 100.000, ketika itu saya melakukan panggilan internasional ke Malaysia tanpa menggunakan VoIP, alangkah kagetnya telepon terputus pada menit ke 8, dan setelah cek pulsa ternyata habis, hahaha, pantesan aja suaranya jernih dan terasa begitu dekat, kena pake IDD, alias tarif premium. Huft.. Jadi kalau sobat mau pake tarif murah, jangan lupa kasih kode SLI VoIP sebelum nomornya ya. Contoh : Kode VoIP + Kode Negara + Nomor Telepon >>> 0108960167xxxx (01089 VoIP TRI, 60 Kode Negara, 167xxxx Nomor Telepon). Ya udah sekian postingan ini, silakan yang mau halo-halo ke luar negeri, sesuaikan kebutuhan (dan kantong) yaa :D

Cara Transfer Pulsa Berbagai Operator


     Hai, sobat. Saat sobat butuh pulsa, sobat bisa gunakan layanan transfer pulsa. Jadi saat kondisi darurat (kehabisan pulsa, tidak punya uang, perlu nelpon pacar, hehehe) sobat bisa minta ditransfer pulsa sama orang tua, teman, pacar, atau saya (waduuhhh, hahahaha). Untuk itu, si pengirim pulsa harus tau dulu bagaimana caranya melakukan transfer pulsa ke nomor lain. Adapun syarat transfer pulsa pada umumnya ialah, nomor pengirim dan penerima harus dalam kondisi aktif (tidak tenggang). Untuk syarat spesifiknya simak paparan berikut ya sob..

 1. INDOSAT (IM3, MENTARI)
-Sisa pulsa setelah transfer minimum 5.000
-Biaya transfer 600 (usia kartu pengirim > 3bln) atau 1000 (usia kartu pengirim < 3bln) dibebankan ke pengirim
-Denominasi transfer bebas, maksimal 200.000 per transfer
-Batas maksimal transfer 200.000 per hari
-Penerima mendapat tambahan masa aktif : 5-9.9k 3hari, 10-19.9k 7hari, 20-49.9k 15hari, 50-99.9k 22hari, 100k 30hari

Cara Transfer Pulsa Indosat :
 >>> SMS ke 151 dengan format : TRANSFERPULSA TUJUAN NOMINAL (Contoh : TRANSFERPULSA 085740123456 25000)
>>> Sobat akan mendapat SMS berisi TOKEN, balas SMS tersebut dengan format : OK (Angka Token Yang Telah Diterima)
>>> Sobat akan medapat notifikasi transfer pulsa berhasil
Selain cara di atas, sobat juga bisa akses ke *123*7*2*3# dan ikuti petunjuknya.

 2. XL - AXIS 
 -Sisa pulsa setelah transfer minimum 3.000
 -Biaya transfer 150 (1-2k), 600 (3-200k) dipotong langsung dari pulsa yang diterima penerima, misal 5000 maka penerima menerima 4400
 -Denominasi transfer kelipatan 1000, maksimal 200.000 per transfer
 -Batas maksimal transfer 1.000.000 per hari, 20 transaksi per hari
 -Penerima mendapat tambahan masa aktif : 1-2k 1hari, 3-9k 3hari, 10-24k 5hari, 25-49k 10hari, 50-99k 15hari, 100-200k 30hari

Cara Transfer Pulsa XL - AXIS :
>>> SMS ke NOMOR PENERIMA dengan format : BAGI JUMLAH (Contoh : BAGI 10000), ada balasan dan balas dengan huruf "Y", atau
>>> SMS ke 168 dengan format : BAGI TUJUAN JUMLAH (Contoh : BAGI 081901234567 10000), ada balasan dan balas dengan huruf "Y"
Selain cara di atas, sobat juga bisa akses ke *123*8461# atau *123*168# dan ikuti petunjuknya.

3. TELKOMSEL (simPATI, AS)
-Sisa pulsa setelah transfer minimum 5.000 (simPATI) dan 2.000 (AS)
-Biaya transfer 1000 (5-49k), 1500 (>50k) dibebankan ke pengirim
-Denominasi transfer minimal 5.000 dan kelipatan 1.ooo, maksimal 200.000 per transfer -Batas maksimal transfer 1.000.000 per hari, 10 transaksi per hari
-Tidak ada penambahan masa aktif

Cara transfer pulsa TELKOMSEL : 
>>> SMS ke NOMOR PENERIMA dengan format : TPULSA 10000
Selain cara di atas, sobat juga bisa akses ke *858*TUJUAN*JUMLAH (Per 1.000, misal 5.000 cukup ketik 5)# lalu tekan OK/YES

 4. TRI 
Operator TRI tidak memiliki fitur transfer pulsa. Sayang yah sob, hehehe.


     Nah demikian cara transfer pulsa sob. Saat sobat butuh pulsa, tinggal minta aja ke mereka yang pulsanya banyak, tentunya orang tua atau sahabat ya, jangan ke saya atau malak orang gak dikenal hehehe. Atau kalau sobat mau berbagi pulsa ( ke saya itu malah saya senang, transfer aja langsung ke nomor saya, pasti saya kasih hadiah : DOA panjang umur dan sukses selalu, hehehe) tinggal pakai aja cara-cara di atas sesuai kartu yang sobat gunakan. Semoga bermanfaat infonya.

Waspada Gangguan Layanan 2G (Telpon, SMS, Data) Saat Penataan Kanal Frekuensi 1800MHz

     Pemerintah, melalui menkominfo Rudiantara telah menyerukan penataan kanal frekuensi (refarming) 1800 MHz guna melancarkan dan memuluskan layanan internet 4G yang bakal dikomersialkan pada akhir 2015. Empat operator yang mendiami kanal tersebut, antara lain Telkomsel, XL, Indosat dan Tri telah sepakat saat pemindahan tersebut akan menerapkan sistem direct, indirect dan sweep. Proses refarming ini akan dimulai pertengahan April ini hingga akhir tahun 2015, dimulai dari wilayah dimana jumlah pengguna layanan 2G masih rendah, mungkin bisa dari Papua, mungkin juga dari Makassar.

     Namun, sobat perlu tau, apa sih akibat dari proses refarming tersebut? 180 juta pelanggan telco di Indonesia bakal kena imbas dari penataan ulang kanal ini. Pelanggan akan mengalami kendala dan penurunan kualitas layanan 2G, yaitu pada layanan Voice (Telepon) dan SMS. Selain itu, gangguan juga akan terjadi bagi pengguna internet dengan teknologi GPRS dan EDGE. Oleh karena itu, perlu pemberitahuan dan pemakluman dari pemerintah,regulator, operator maupun pelanggan supaya tidak memunculkan banyak pertanyaan dan keluhan di kemudian hari. Proses refarming ini akan dioptimalkan pada rentang waktu 00:00 - 03:00 setiap prosesnya, dan disarankan pelanggan tidak melakukan transaksi perbankan melalui SMS atau UMB Banking karena bakal terjadi ketidakstabilan jaringan. Oleh karena itu, kami turut menghimbau sobat supaya waspada dan memaklumi saat ada penurunan kualitas telepon dan SMS, dan jangan melakukan aktivitas seperti transaksi perbankan melalui SMS atau UMB Banking. Proses refarming ini ditargetkan akhir tahun selesai, dan menkominfo tidak mau komersialisasi layanan 4G di rentang 1.800MHz ini molor lagi.

     Apabila proses ini selesai tepat waktu, pelanggan bisa mulai menikmati betapa cepatnya koneksi internet menggunakan teknologi 4G, dimana kecepatannya bisa mencapai 259Mbps seperti yang diklaim oleh XL. Selamat datang 4G !